MAN 2 Bandar Lampung Gelar Ujian Madrasah (UM) Hari Pertama, Kasi Penmad Kemenag Kota Pantau Kegiatan

MAN 2 Bandar Lampung Gelar Ujian Madrasah (UM) Hari Pertama, Kasi Penmad Kemenag Kota Pantau Kegiatan

Bandar Lampung, MAN 2 (Humas) — MAN 2 Bandar Lampung menggelar Ujian Madrasah (UM) mulai hari ini, Senin (11/04) sampai dengan Rabu (20/04) dan diikuti oleh seluruh peserta didik kelas XII jurusan IPA dan IPS berjumlah 244 siswa. Pelaksanaan UM hari pertama tersebut juga dipantau secara langsung oleh Kasi Penmad Kemenag Kota Bandar Lampung, H.Said Karimin, S.Ag. M.Kom.I bersama tim.

Said menegaskan Ujian Madrasah sebagai salah satu indikator keberhasilan siswa dan guru serta managemen madrasah hendaknya mengacu pada Prosedur Operasional Standar (POS).

“Lebih dari itu, UM hendaknya dilakukan secara sportif agar tujuan dari UM benar-benar terwujud yang pada akhirnya semua bermuara pada satu moto madrasah, yaitu menuju madrasah hebat bermartabat, mandiri berprestasi,” tandasnya.

Kepala madrasah, Drs. Nauval juga menyampaikan hal senada bahwa hendaknya seluruh siswa mampu melaksanakan ujiannya dengan penuh kejujuran dan berintegritas. Apalagi ini adalah ujian terakhir siswa di madrasah setelah mereka menempuh Penilaian Akhir Tahun (PAT) serta Ujian Praktik. Karena untuk kriteria kelulusan diambil dari nilai rata-rata raport semester 1-5 dan nilai ujian (Ujian Tulis dan Praktik).

" Saya berharap anak- anak semua dapat memperoleh hasil ujian yang membanggakan, yang  diperoleh dengan jujur dan berintegritas. Bukan dengan hasil curang dan penuh ketidakjujuran. Prestasi itu penting, tetapi jujur itu jauh lebih penting,” tandasnya.

Kami, segenap guru dan tenaga kependidikan madrasah, mendoakan semoga mereka semua meraih hasil ujian yang optimal dan memuaskan,” harapnya.

Sementara itu, Drs. Ahmad Putra selaku ketua panitia yang juga merupakan waka kurikulum madrasah mengatakan bahwa pelaksanaan UM hari pertama siswa kelas XII di MAN 2 Bandar Lampung berjalan lancar dan tertib. Para peserta didik tampak mengerjakan soal ujian Bahasa Indonesia dan Aqidah Akhlak dengan antusias dan disiplin. UM kali ini menggunakan sistem ujian berbasis daring dengan menggunakan gawai masing-masing.

Ia juga menjelaskan bahwa soal-soal yang diujikan dalam Ujian Madrasah (UM) meliputi seluruh mata pelajaran yang diajarkan baik mata pelajaran wajib maupun peminatan, yaitu Bahasa Indonesia, Aqidah Akhlak, Bahasa Inggris, Fiqih, Matematika (wajib), PPKn, Bahasa Arab, Sejarah Indonesia, Ekonomi, Al Qur'an Hadits, Matematika (peminatan), Biologi, Sosiologi, Bahasa Inggris (LM), Kimia, Sejarah (peminatan), SKI, Fisika, Geografi, dan Keterampilan. Untuk komposisi materi dari kelas X 20%, kelas XI 30%, dan kelas XII 50%.

“Seperti kita ketahui bahwa Ujian Madrasah dilaksanakan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik  sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan atau SKL pada akhir jenjang pendidikan yaitu pada kelas XII. Oleh karena itu UM menjadi salah satu syarat untuk menentukan kelulusan peserta didik. Dalam hal ini pihak madrasah punya wewenang penuh,” ujarnya.

“Oleh karena itu, soal dibuat oleh masing-masing guru pengampu mata pelajaran dan disepakati pengerjaan soal melalui aplikasi Leron. Untuk mata pelajaran Matematika Wajib dan Peminatan, Fisika, Kimia, dan Ekonomi berjumlah 30 soal. Selain mata pelajaran tersebut sejumlah 40 soal,” pungkas Ahmad. (Eva/Ida/Adi)

 


12/04/2022 09:30, Dilihat 3189 kali